Showing posts with label Temuduga. Show all posts
Showing posts with label Temuduga. Show all posts

Tuesday, October 5, 2010

PERTANYAAN JEBAKAN SEMASA TEMUDUGA

Dalam proses temuduga calon perlu berhati-hati dalam jawab pertanyaan dari penemuduga, terutama pertanyaan-pertanyaan yang mempunyai jebakan. Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin adalah sebuah jebakan dalam semasa temuduga:

Mengapa kami harus mengambil anda berkerja?

Ini peluang Anda untuk “menjual” diri Anda. Uraikan dengan singkat dan jelas kelebihan yang Anda miliki, kualifikasi Anda dan apa yang dapat Anda sumbangkan bagi jawatan tersebut. Hati-hati , jangan memberikan jawaban yang terlalu umum. Hampir setiap orang mengatakan mereka merupakan seorang pekerja keras dan memiliki motivasi. Berikanlah jawaban yang memperlihatkan keunikan yang Anda miliki.

Mengapa tertarik bekerja di sini / jawatan ini?
Pertanyaan ini merupakan salah satu alat bagi si pewawancara untuk mengetahui apakah Anda mempersiapkan diri anda dengan baik. Jangan pernah datang untuk sebuah wawancara pekerjaan tanpa mengetahui latar belakang tempat anda akan bekerja atau jawatan yang anda pilih. Dengan memiliki informasi yang cukup mengenai latar belakang tempat anda akan bekerja atau jawatan yang anda pilih maka pertanyaan di atas memberikan kesempatan kepada Anda untuk memperlihatkan inisiatif, dan menunjukkan apakah pengalaman serta kualifikasi yang Anda miliki sepadan dengan posisi yang diperlukan.

Apa kelemahan utama Anda?
Rahasia dalam menjawab pertanyaan di atas adalah dengan berkata jujur mengenai kelemahan Anda, tapi jangan lupa menjelaskan bagaimana Anda mengubah kelemahan tersebut menjadi kelebihan. Misalnya, bila Anda memiliki masalah dengan tempat kerja lama, perlihatkan langkah yang Anda ambil. Hal ini memperlihatkan bahwa Anda memiliki kemampuan dalam mengenali aspek yang perlu diperbaiki dan inisiatif dalam memperbaiki diri Anda.

Mengapa anda berhenti bekerja?
Walaupun Anda berhenti dari tempat kerja lama dengan cara yang tidak baik, Anda harus berhati-hati dalam memberikan jawaban. Usahakan untuk memberikan jawaban yang diplomatis. Bila Anda memberikan jawaban yang mengandung aspek negatif, kompensasikan jawaban tadi dengan jawaban yang positif. Bila anda mengeluhkan tentang pekerjaan terdahulu, maka hal ini tidak memberi poin apa-apa buat Anda.

Bagaimana Anda menyelesaikan masalah?
Tidak mudah memberikan jawaban bila Anda mendapatkan pertanyaan seperti di atas, terutama bila Anda baru lulus dan tidak memiliki pengalaman kerja. Penemuduga ingin melihat apakah Anda dapat berpikir secra kritis dan mengembangkan penyelesaian tanpa melihat jenis permasalahan yang Anda hadapi, bahkan walaupun Anda tidak memiliki waktu yang cukup dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Gambarkan langkah-langkah yang Anda lakukan dalam memprioritaskan pekerjaan. Hal ini memperlihatkan bahawa Anda bertanggungjawab dan tetap dapat berpikir jernih walaupun sedang menghadapi masalah.

Prestasi apa yang dibanggakan?
Rahasia dari pertanyaan di atas adalah dengan memilih secara spesifik prestasi yang berhubungan dengan jawatan yang sedang ditawarkan. Walaupun Anda pernah menjuarai bola basket pada waktu di unversiti, tetapi ini bukan merupakan sebuah jawaban yang diharapkan. Berikan jawaban yang lebih profesional dan lebih relevan. Pikirkan kualifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut dan kembangkan contoh yang memperlihatkan bagaimana Anda dapat memenuhi kebutuhan perusahaan.

Berapa gaji yang Anda harapkan?
Pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang tersulit terutama bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja yang cukup.Yang perlu Anda lakukan sebelum wawancara adalah mencari tahu gaji untuk jawatan yang ditawarkan agar Anda dapat memberikan jawaban atas pertanyaan ini. Beritahu pewawancara bahwa Anda terbuka untuk membicarakan mengenai kompensasi bila saatnya tiba. Bila terpaksa, berikan jawaban yang berupa kisaran angka, bukan angka tertentu.

Sila ceritakan mengenai diri Anda?
Mungkin pertanyaan di atas nampaknya mudah tetapi pada kenyataannya tidaklah semudah yang Anda bayangkan. Yang pasti Anda harus menyadari bahwa pewawancara tidak tertarik untuk mengetahui apa yang Anda lakukan di hujung minggu ataupun dari daerah mana Anda berasal. Penemuduga berusaha mengetahui Anda secara profesional. Siapkan dua atau tiga poin mengenai diri Anda, baik pengalaman kerja maupun sasaran karir Anda dan tetap konsisten. Rangkum jawaban Anda dengan mengungkapkan keinginan Anda sebagai bagian dari kakitangan mereka. Bila memiliki jawaban yang mantap maka hal ini dapat membawa Anda pada pembicaraan yang memperlihatkan kualifikasi Anda.

Soalan Akhir Temuduga.

Biasanya apabila masa dirasakan cukup, panel penemuduga akan menamatkan temuduga tersebut. Akan tetapi sebelum itu panel biasanya akan bertanya “ anda ada apa-apa soalan?”. Kebanyakan daripada calon tidak mengambil peluang ini untuk bertanya soalan. Cubalah anda tanya mengenai peluang anda dalam sesi temuduga yang sedah selesai tadi. Gunakan juga peluang itu untuk bertanya tentang jawatan / pekerjaan / kementerian tersebut. Tunjukkan kita komited dalam urusan kerja.Ini mampu merubah markah yang diberi oleh panel penemuduga tadi. Sesudah itu bersalaman dan ucapkan terima kasih pada panel penemuduga.


Saturday, October 2, 2010

Using Your Interview to Open the Door for Negotiations Process

The interview stage is the most important part of the job-seeking process; this is the point at which you first present yourself and gain some understanding of the other party. You’re trying to make a good impression and present yourself in the best light, while at the same time learning as much as you can about the other person. As the company is determining whether you are the right candidate, you must do the same type of analysis. The company must analyze whether you are worth investing in; any human capital resource expenditure must be looked at by the company in terms of its return on investment for paying you $100,000 or more. You must do the same analysis and make the same determination: Will working at this company give you a long-term return in terms of career migration path, quality of life, and the opportunity to learn and work with others in a stimulating environment?

As an executive, it’s not just about money. The number one reason people stay at companies is the environment and the people they work with. Money is the easiest area to figure out. Other areas take much more time, and are often the most critical. Just as the company has prepared interview questions, so should you. If one of their hires does not work out, the impact on the company is not nearly as great as the impact on you if you end up leaving because of a mismatch.

In order to identify whether the work environment and career path opportunities are a good fit, you need to do some advance work, such as researching the company via printed and on-line resources and accessing your network of colleagues and friends, who might provide greater insight into the company’s culture, business philosophies, and overall health. Once you’ve gathered this information, you may find yourself more positive about the opportunity, or you may find that you need to probe further.

Another valuable effect of preparation is that it enables you to plan how to position your skills and experience during the interview. As you research the company, look for specifics that you can tie in to your background—for example, how your industry contacts or sales-channel knowledge will add value to the sales and marketing area, or how your engineering training and experience on previous development projects will augment their current teams.

A less discussed but important component of the preparation process is being ready to observe and interpret the interviewer’s body language. First, it’s helpful to understand the parameters of your interview, for example, the time allotted, whom you will be meeting with, and their backgrounds. Once you’ve gathered this information and are engaged in the interview, you can gauge your connection through direct or indirect eye contact.

Does the interviewer constantly look at her watch or glance at her computer screen?
Does he fidget in his chair, shuffle papers?
Is this the interviewer’s personal style, or do you need to do something to re-engage his or her attention?
An effective tactic to re-engage a distracted interviewer is to ask a question that relates either to something he or she said or to an area that is in line with your investigative research. This approach draws the interviewer’s attention back to the discussion. If you fail to draw the interviewer’s full attention back to your discussion, this might be indicative of his or her personality, or it might indicate that there is a disconnection, which you must take into consideration after the interview.

Once you have prepared the key points that you want to address, you will be more focused and confident during the interview process because you’ll have defined goals of what you want to achieve.

Author: AMA MARKETING CAREER NETWORK

In interview, is it better to be honest ?

When going into an interview for a position that you know you aren’
fully qualified for but believe you could grow into, is it better to be
honest and say that you aren’t qualified but you are willing to work
towards it or to act like you are qualified and learn as you go?

By Tracy Sinclair, AQUENT

You should certainly always be honest about your level of experience
and/or school. If you do not have the level of experience a job calls for, b
have been asked to interview, it's definitely a good sign. Think about the
experience you DO have and how it relates to the job opportunity. Preten
the interview is a great marketing challenge. How can you best position
your experience to win this job?
Think through each aspect of the job description or posting and come up
with three examples of related experience that you have. One way to do
this is through the use of "PARs". Structuring past experiences in the form
of "Problem, Action, Result" stories will help paint a clear picture to the
person interviewing you. Even if the example is a bit of a stretch in terms
how it relates, as long as your honest, it's fine. These examples will help
the company see what you can do, not just what you have done already.

Friday, September 24, 2010

Antara Sebab – Sebab Gagal Dalam Temuduga SPA



Terdapat banyak punca yang menyebabkan pemohon-pemohon gagal
dalam temuduga SPA.

Antara punca-punca utama kegagalan tersebut adalah:

  1. Tiada persediaan langsung, mengambil sikap sambil lewa tanpa membuat apa-apa.
  2. Pakaian dan penampilan tidak sesuai mengikut status jawatan yang dipohon.
  3. Pasif ketika proses temuduga dijalankan.
  4. Datang lewat ketika hari temuduga.
  5. Dokumen – dokumen dan sijil - sijil yang diperlukan tidak lengkap.
  6. Tidak mengetahui secara mendalam tentang jawatan yang dipohon.
  7. Tidak mengikuti atau tidak tahu tentang perkembangan politik dan isu semasa.
  8. Tidak jujur ketika menjawab soalan yang dikemukakan.
  9. Tidak tahu atau ingat perkara-perkara mengenai malaysia, sejarah, peminpin, rukun negara dsgnya.

Perkara-perkara tersebut boleh di atasi sekiranya anda benar-benar bersedia dan membuat persiapan sebelum temuduga.